Pengantar

Pembelajaran aktif dalam blog ini diadaptasi dari pembelajaran aktif yang biasa digunakan guru di Jepang. Pembelajaran aktif di Jepang bersifat fleksibel, yaitu memberi keleluasan pada siswa untuk mencari cara penyelesaian masalahnya sendiri. Karena itu, kita sebut saja sebagai pembelajaran aktif fleksibel. Pembelajaran aktif ala Jepang tersebut dapat kita kembangkan dengan memasukkan pola pikir ilmiah dalam memahami dan menerapkan konsep dan kita sesuaikan dengan ketersediaan alat/media pembelajaran di sekolah-sekolah di Indonesia. Setiap guru dapat merancang dan mengembangkan sendiri pembelajaran aktif tersebut untuk meningkatkan efektivitasnya dan kesesuaiannya dengan kondisi siswa dan sekolahnya berdasarkan komponen-komponen pembelajaran aktif di Jepang.

Pembelajaran aktif yang dituliskan dalam blog ini bukan pembelajaran aktif yang disarankan Kemdikbud, tetapi memenuhi tuntutan kurikulum 2013. Karena itu, dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran aktif untuk implementasi kurikulum 2013. Perbedaan utamanya dengan pembelajaran yang disarankan Kemdikbud adalah pada pembelajaran aktif ini menekankan penggunaan dialog mendalam ala Jepang, bukan dialog mendalam ala DD/CT(Deep Dialogue/Critical Thinking), sedangkan pembelajaran yang disarankan Kemdikbud menekankan penggunaan LKS. Pembelajaran aktif ini merupakan pembelajaran aktif tanpa model-model pembelajaran. Karena itu, kegiatan pembelajaran pada setiap pertemuan pembelajaran relatif sama, yaitu kegiatan klasikal dialog mendalam dilanjutkan dengan kegiatan kelompok.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s