Perancangan Pembelajaran Aktif

Komponen-komponen pembelajaran aktif merupakan komponen-komponen yang harus dipenuhi agar pembelajaran yang dilaksanakan benar-benar aktif dan efektif. Komponen-komponen pembelajaran disusun berdasarkan kompetensi yang akan ditingkatkan pada siswa sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Karena itu, komponen-komponen tersebut dapat digunakan untuk menyusun pembelajaran aktif yang efektif untuk mencapai tujuan peningkatan kompetensi tersebut. Dengan demikian, setiap guru dapat menyusun pembelajaran aktif sendiri dengan mengikuti komponen-komponen tersebut, tanpa harus mengikuti model-model pembelajaran yang disusun oleh orang lain. Dengan menyusun pembelajaran aktif sendiri, guru dapat menyesuaikan gagasannya dalam meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa, kondisi sekolah, dan disesuaikan dengan kepribadiannya. Dengan cara itu, pembelajaran yang disusunnya itu akan dapat dilaksanakan dengan efektif oleh guru tersebut.

 Dengan menyusun sendiri pembelajaran aktif, guru-guru akan memiliki pembelajaran aktif ala Indonesia yang disusun oleh guru Indonesia dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah di Indonesia, serta memenuhi tuntutan kurikulum yang berlaku.  Berikut ini contoh penyusunan pembelajaran aktif untuk per pertemuan pembelajaran.

 

Susunan Pembelajaran Aktif per Pertemuan Pembelajaran

Pembelajaran Memahami Pengetahuan

Pembelajaran Praktik Kelompok

Pembelajaran Pengamatan di Lingkungan

Kegiatan individual: Membaca informasi dari handout atau buku.

Kegiatan Klasikal: Dialog mendalam dengan menggunakan alat/media pembelajaran untuk memahami konsep.

 

Kegiatan Kelompok: Penyelesaian masalah yang diajukan guru dengan menggunakan konsep yang baru dipelajari siswa dari dialog mendalam

Kegiatan klasikal: Konfirmasi mengenai penyelesaian masalah.

Kegiatan individual: Membaca informasi dari handout atau buku.

Kegiatan Klasikal: Dialog mendalam yang meminta siswa mengajukan rencana percobaan dengan alat dan bahan yang telah disediakan untuk menjawab masalah yang diajukan guru.

 

Kegiatan Kelompok: Siswa praktik sesuai dengan rencana percobaan yang diajukannya.

 

 

 

Kegiatan individual: Membaca informasi dari handout atau buku.

Kegiatan Klasikal: Dialog mendalam yang meminta siswa mengajukan rencana pengamatan di lingkungan dengan alat dan bahan yang telah disediakan untuk menjawab masalah yang diajukan guru.

Kegiatan Kelompok: Siswa praktik sesuai dengan rencana pengamatan yang diajukannya.

 

 

 

 

 

Tentang Darliana

Mantan Widyaiswara PPPPTK IPA
Pos ini dipublikasikan di Pembelajaran IPA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s