Tahap-tahap Peningkatan Kompetensi Siswa

Tahap-1: Peningkatan Sikap, Minat Belajar, dan Pola Pikir Ilmiah Siswa

Bagi siswa yang belum terbiasa belajar dengan pembelajaran dialog mendalam dan kegiatan kelompok praktik tanpa LKS, kompetensi siswa dalam sikap, minat belajar, dan pola pikir ilmiah belum cukup untuk digunakan dalam belajar dengan dialog mendalam dan kegiatan kelompok praktik tanpa LKS. Ketiga aspek kompetensi tersebut merupakan prasyarat yang diperlukan siswa untuk mampu mengikuti pembelajaran dialog mendalam dan praktik tanpa LKS yang meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan penguasaan konsep yang mendalam, serta diperlukan siswa untuk dapat belajar mandiri dalam kegiatan kelompok. Oleh karena itu, pada bulan-bulan pertama pelaksanaan pembelajaran, sekitar  2 sampai 3 bulan, pembelajaran difokuskan untuk meningkatkan ketiga aspek kompetensi tersebut. Kegiatan pembelajaran yang digunakan pada tahap awal itu lebih menekankan pada dialog prosedural dan kegiatan kelompok sederhana.

 Peningkatan kompetensi siswa dalam pola pikir ilmiah dilaksanakan melalui pengubahan cara berpikir dari menerapkan contoh penyelesaian masalah untuk menyelesaikan masalah yang lain ke penyelesaian masalah berdasarkan pola pikir ilmiah, yaitu pola pikir yang mengikuti struktur konsep.

Tahap-2: Peningkatan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, Psikomotor, dan Penguasaan Konsep yang Mendalam

Peningkatan ketiga aspek kompetensi ini hanya dapat dilaksanakan setelah prasyarat kompetensi dalam sikap, minat belajar, dan pola pikir ilmiah dimiliki siswa, yaitu setelah peningkatan kompetensi siswa tahap-1 selesai dilaksanakan. Peningkatan ketiga aspek kompetensi ini dilaksanakan dengan dialog mendalam dan kegiatan kelompok praktik tanpa LKS atau kegiatan lain yang menuntut siswa berpikir mendalam.

Walaupun demikian pada tahap-2 ini, jika dipandang perlu, misalnya karena ada suatu pola pikir ilmiah yang perlu diketahui siswa, guru dapat melaksanakan dialog posedural untuk membelajarkan siswa dalam menggunakan pola pikir ilmiah tersebut. Setelah pola pikir ilmiah itu diketahui siswa, selanjutnya guru menggunakan dialog mendalam.

Tentang Darliana

Mantan Widyaiswara PPPPTK IPA
Pos ini dipublikasikan di Pembelajaran IPA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s